Wednesday, September 2, 2020

 

MAKALAH

ISLAM DITINJAU DARI ASPEK

AQIDAH DAN AKHLAK

 

Logo-STMIK-LOGIKA-2019-Color.png

 

Disusun Oleh:

Vivi Trie Murdiati

 

JURUSAN SISTEM INFORMASI

PROGRAM STUDY PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

 

 

 

Tahun Pelajaran 2019




 KATA PENGANTAR

 

 

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang islam ditinjau dari aspek ibadah dan hukum dengan sebaik-baiknya.

Makalah ilmiah ini telah saya susun dengan semaksimal mungkin, dan saya mengucapkan terimah kasih kepada Bapak Abdul Roni Hasibuan, S.Ag, MA yang telah memberikan tugas ini kepada kami.

Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca dan pendengar agar saya dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata saya berharap semoga makalah ini tentang ibadah dan hukum dalam islam  dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap kita semuanya.

 

 

 

 

Medan, 17 Desember 2019

 

 

 

 Penyusun

 

 


 DAFTAR ISI

 

Halaman Awal........................................................................................... i

Kata Pengantar......................................................................................... ii

Daftar isi.................................................................................................. iii

 

BAB 1

Pendahuluan

I.       Latar Belakang................................................................................... 1

II.    Rumusan Masalah............................................................................... 2

III. Tujuan Penulisan................................................................................. 2

 

BAB II

Pembahasan

A.    Pengertian Aqidah................................................................................

B.     Sumber-sumber Aqidah........................................................................

C.     Fungsi Aqidah......................................................................................

D.    Pengertian Akhlak................................................................................

E.     Bagaimana konsep etika, moral dan akhlak..........................................

F.      Apa saja faktor-faktor pembentuk akhlak............................................

G.    Bagaimana hubungan akhlaq dengan tasawuf

H.    Bagaiman aktualisasi akhlaq dalam kehidupan modern

 

 

BAB III

Penutup

A.    Kesimpulan....................................................................................... 14

B.     Daftar Pustaka.................................................................................. 15



PENDAHULUAN

 

I. Latar Belakang

 

Segala puji bagi Allah yang maha Esa karena rahmat dan karuniaNya telah memberikan petunjuk agama yang lurus kepada hamba-Nya. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada nabi Muhammad SAW yang membimbing umat-Nya dengan suri tauladan-Nya yang baik. Dan segala Syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan anugrah, saya penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses pembuatan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Aqidah adalah pokok-pokok keimanan yang telah ditetapkan oleh Allah, dan kita sebagai manusia wajib meyakininya sehingga kita layak disebut sebagai orang yang beriman (mu’min). Makalah ini merupakan pengetahuan tentang konsep aqidah dalam islam, semua ini di rangkup dalam makalah ini , agar pemahaman terhadap permasalahan lebih mudah di pahami dan lebih singkat dan akurat.

Pengertian Akhlak Secara Etimologi, budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. Kalimat tersebut mengandung segi-segi persesuain dengan perkataan “khalkun” yang berarti kejadian, serta erat hubungan ” Khaliq” yang berarti Pencipta dan “Makhluk” yang berarti yang diciptakan. Pengertian akhlak adalah kebiasaan kehendak itu bila membiasakan sesuatu maka kebiasaannya itu disebut akhlak. Jadi pemahaman akhlak adalah seseorang yang mengeri benar akan kebiasaan perilaku yang diamalkan dalam pergaulan semata – mata taat kepada Allah dan tunduk kepada-Nya.

Dengan demikian memahami akhlak adalah masalah fundamental dalam Islam. Namun sebaliknya tegaknya aktifitas keislaman dalam hidup dan kehidupan seseorang itulah yang dapat menerangkan bahwa orang itu memiliki akhlak. Jika seseorang sudah memahami akhlak dan menghasilkan kebiasaan hidup dengan baik, yakni pembuatan itu selalu diulang – ulang dengan kecenderungan hati.Akhlak merupakan kelakuan yang timbul dari hasil perpaduan antara hati nurani, pikiran, perasaan, bawaan dan kebiasaan dan yang menyatu, membentuk suatu kesatuan tindakan akhlak yang dihayati dalam kenyataan hidup keseharian.

 

 

 

 

II. Rumusan Masalah

1.       Apa pengertian Aqidah ?

2.        Apa saja sumber-sumber Aqidah?

3.        Apa fungsi dari Aqidah?

4.       Bagaimana konsep etika, moral dan akhlaq?

5.       Apa saja faktor-faktor pembentuk akhlak?

6.       Bagaimana hubungan akhlaq dengan tasawuf?

 

 

III. Tujuan Penulisan

1.      Ingin memahami pengertian dari Aqidah baik secara Etimologi (bahasa) ataupun Terminologi (istilah) dengan tepat dan benar.

2.      Ingin memahami berbagai sumber-sumber Aqidah yang sudah pasti kebenarannya.

3.      Ingin memahami apa saja fungsi dari Aqidah.

4.      Mengetahui konsep etika, moral dan akhlak

5.      Mengetahui faktor-faktor pembentuk akhlak

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.            PENGERTIAN AQIDAH

Akidah berasal dari bahasa arab yang berarti iman. Semua sistem kepercayaan atau keyakinan bisa dianggap sebagai salah satu akidah. Fondasi akidah Islam didasarkan pada hadits Jibril, yang memuat definisi Islam, rukun Islamrukun Imanihsan dan peristiwa hari akhir. Sedangkan menurut istilah (terminologi), akidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya.

Jadi, Akidah adalah keimanan yang teguh dan bersifat pasti kepada Allah dengan segala pelaksanaan kewajiban, bertauhid dan taat kepadaNya, beriman kepada para malaikatNyarasul-rasulNyakitab-kitabNyahari Akhir, takdir baik dan buruk dan mengimani seluruh apa-apa yang telah shahih tentang prinsip-prinsip Agama , perkara-perkara yang ghaib, beriman kepada apa yang menjadi ijma' dari salafush shalih, serta seluruh berita-berita pasti, baik secara ilmiah maupun secara amaliyah yang telah ditetapkan menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shahih serta ijma' salaf as-shalih.

Pengertian Aqidah secara Terminologi (Istilah)

a.                  Menurut Hasan al-Banna,

“Aqidah adalah beberapa perkara yang wajib diyakini keberadaannya oleh hatimu, mendatangkan ketentraman jiwa, menjadi keyakinan yang tidak bercampur sedikitpun dengan keragu-raguan”

 

b.                 Imam Ghazali,

“Jika dalam diri seseorang telah tumbuh Aqidah pada hatinya, maka mereka akan menganggap hanya Allah Subhanahu Wata'ala sajalah yang memiliki kuasa atas segala sesuatu. Sementara segala yang ada hanyalah mahluk.”

 

c.                  Menurut Ibnu Tarmiyah,

“Aqidah adalah sesuatu yang tertanam dalam hati. Akan merasa tenang orang yang memilikinya, dan di dalam jiwanya tidak sedikitpun menaruh prasangka ataupun keraguan”.

 

 

 

 

 

 

 

B.MACAM-MACAM SUMBER AQIDAH

 Ada 4 Sumber Aqidah Islam, diantaranya :

 

1.    Al-Quran Sebagai Sumber Akidah

Al-Qur’an adalah firman Allah yang diwahyukan kepada Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam melalui perantara Jibril. Bahkan jika dicermati, akan ditemui banyak ayat dalam Al Qur’an yang menjelaskan tentang akidah, baik secara tersurat maupun secara tersirat. Oleh karena itu, menjadi hal yang wajib jika kita mengetahui dan memahami akidah yang bersumber dari Al Qur’an karena kitab mulia ini merupakan penjelasan langsung dari Rabb manusia, yang haq dan tidak pernah sirna ditelan masa.

 

2.      As Sunnah

Seperti halnya Al Qur’an, As Sunnah adalah satu jenis wahyu yang datang dari Alloh subhanahu wata’ala walaupun lafadznya bukan dari Alloh tetapi maknanya datang dari-Nya. Hal ini dapat diketahui dari firman Alloh

“Dan dia (Muhammad) tidak berkata berdasarkan hawa nafsu, ia tidak lain kecuali wahyu yang diwahyukan”(Q.S An Najm : 3-4)

 

3.       Ijma’ Para Ulama

Ijma’ adalah sumber akidah yang berasal dari kesepakatan para mujtahid umat Muhammad sholallohu ‘alaihi wassalam setelah beliau wafat, tentang urusan pada suatu masa. Mereka bukanlah orang yang sekedar tahu tentang masalah ilmu tetapi juga memahami dan mengamalkan ilmu.

 

4.        Akal Sehat Manusia

Selain ketiga sumber akidah di atas, akal juga menjadi sumber hukum akidah dalam Islam. Hal ini merupakan bukti bahwa Islam sangat memuliakan akal serta memberikan haknya sesuai dengan kedudukannya. Termasuk pemuliaan terhadap akal juga bahwa Islam memberikan batasan dan petunjuk kepada akal agar tidak terjebak ke dalam pemahaman-pemahaman yang tidak benar. Hal ini sesuai dengan sifat akal yang memiliki keterbatasan dalam memahami suatu ilmu atau peristiwa.

 

 

 

 

C.FUNGSI AQIDAH

Fungsi dan Peran Akidah dalam Kehidupan

 

Berikut ini beberapa fungsi dan peran akidah dalam kehidupan.

1.      Sebagai petunjuk hidup yang tepat sehingga dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

2.      Melindungi diri agar tidak terjerumus pada jalan yang sesat.

3.      Menumbuhkan semangat beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

4.      Menentramkan dan sebagai penenang jiwa.

5.      Memahami dan mengikuti sunah-sunah rasul-Nya.

6.      Memurnikan niat ibadah hanya untuk mencari ridha Allah subhanahu wa ta’ala.

7.      Mengokohkan keimanan terhadap Islam.

8.      Mencari kebahagiaan di dunia dan akhirat.

 

Peran Akidah dalam Perkembangan Agama Islam

Berikut ini beberapa fungsi dan peran akidah dalam perkembangan Agama Islam

1.     Pondasi yang kokoh dalam membangun tiang Agama Islam.

2.     Awal dari pembentukan akhlak yang mulia. Seseorang yang berakidah tentu melaksanakan ibadah dengan tertib, sehingga akan tertanam dalam dirinya akhlak yang baik.

3.     Dasar penciptaan manusia ialah untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala, sehingga ilmu akidah wajib untuk dipelajari setiap umat Islam.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyat : 56)

§  Akidah seorang hamba menentukan kualitas ibadahnya diterima atau tidak oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

§  Menyampaikan akidah mulia merupakan misi awal para rasul-Nya. Sebagaimana hadits di bawah ini.

“Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja),  maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” (QS. An-nahl : 36)

 

 

D.KONSEP ETIKA, MORAL, DAN AKHLAK

Etika dalam islam disebut akhlak. Berasal dari bahasa Arab al-akhlak yang merupakan bentukjamakdari al-khuluq yang berartibudipekerti, tabiat atau watak yang tercantum dalam al-qur’an sebagai konsideran. (Pertimbangan yg menjadi dasar penetapan keputusan,peraturan).

Moral  adalah nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Moral, etika dan akhlak memiliki substansi yang sangat dekat bahkan bisa dikatakan sama. Sebab tujuan ketiganya adalah mencari nilai-nilai positif dalam bertingkah laku untuk menjadi makhluk yang bermoral etis sebagai ciptaan, baik di mata Tuhan maupun makhluknya. Namun moral lebih cenderung digunakan kepada sosial. Apabila etika dan moral dihubungkan maka dapat dikatakan bahwa antara etika dan moral memiliki obyek yang sama yaitu sama-sama membahas tentang perbuatan manusia untuk selanjutnya di tentukan posisinya baik atau buruk. Tolak ukur yang di gunakan dalam moral untuk mengukur tingkah laku manusia adalah adat istiadat, kebiasaan, dan lainnya yang berlaku dimasyarakat.

Secara sub-stabsial etika, moral dan akhlak adalah sama, yakni ajaran tentang baik dan buruk perilaku manusia dalam hubungannya dengan Allah, hubungannya dengan sesama manusia dan hubungannya dengan alam. Yang membedakan satu dengan yang lain adalah dasar atau ukuran baik dan buruk sendiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

E. FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK AKHLAK

 

a. Instinct (naluri)

·       Nutritive instinct (Naluri sejak lahir)

·       Sexual istinct (Naluri berjodoh)

·       Paternal instinct (Naluri keibuan dan kebapakan)

·       Combative instinct (Naluri berjuang)

·       Naluri bertuhan

b. Keturunan
    1. Memiliki keturunan pokok

Beberapa sifat dan pembawaan yang bersamaan. Misal badan, perasaan, akal pikiran dan perasaan. 
2. Menurunkan sifat-sifat manusia

3. Menurunkan fisik ‘Azam (kemauan keras).



 

 

F. HUBUNGAN AKHLAK DENGAN TASAUF

Tasawuf adalah proses pendekatan diri pada tuhan dengan cara mensucikan hati sesuci - sucinya. Akhlak adalah ilmu yang menentukan batas antara baik dan buruk. Jadi kaitan atau hubungan tasawuf dengan akhlak yaitu bahwa orang yang suci hatinya akan tercermin dalam air muka dan perilakunya yang baik. Selain itu, hlak dan tasawuf saling berkaitan. Akhlak dalam pelaksanaannya mengatur hubungan horizontal antara sesama manusia. Sedangkan tasawuf mengatur jalinan komunikasi vertikal antara manusia dengan tuhannya. Akhlak menjadi dasar dari pelaksanaan tasawuf, sehingga dalam prakteknya tasawuf mementingkan akhlak.

 

 

 

 

 

G. AKTUALISASI AKHLAK DALAM KEHIDUPAN MODERN

Aktualisasi akhlak adalah bagaimana seseorang dapat  mengimplementasikan iman yang dimilikinya dan mengaplikasikan seluruh ajaran Islam dalam setiap tingkah laku sehari-hari. Dan akhlak seharusnya diaktualisasikan dalam kehidupan seorang muslim seperti di bawah ini.

 

1.              Akhlak terhadap Allah,yaitu :

a.              Mentauhidkan Allah

Tauhid  adalah konsep dalam aqidah Islam yang menyatakan keesaan Allah dan Beriman bahwa hanya Allah semata yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagiNya. Terdapat pada surat Al-Ikhlas ayat 1 sampai 4.

b.              Banyak Berzdikir pada Allah

Zikir (atau Dzikir) artinya mengingat Allah di antaranya dengan menyebut dan memuji nama Allah. Zikir adalah satu kewajiban. Dengan berzikir hati menjadi tenteram. Terdapat dalam surat Al Ahzab ayat 41 sampai 44

c.              Berdo’a dan Bertakwa kepada Allah SWT.

Berdo’a adalah inti dari ibadah. Orang-orang yang tidak mau berdo’a adalah orang-orang yang sombong karena tidak mau mengakui kelemahan dirinya di hadapan Allah SWT. Terdapat dalam surat An-Nisa ayat 1.

 

d.             Bertawakal Hanya Pada Allah

Tawakal kepada Allah SWT merupakan gambaran dari sikap sabar  dan kerja keras yang sungguh-sungguh  dalm pelaksanaanya yang di harapkan gagal dari harapan semestinya,sehingga ia akan mamppu menerima dengan lapang dada tanpa ada penyesalan. Terdapat pada sural Ali Imron ayat 159

 

e.              Berhusnudzhon dan tidak berbuat syirik kepada Allah

Yakni berbaik sangka kepada Allah SWT karena sewsungguhnya apa saja yang di berijan Allah merupakan jalan yang terbaik untuk hamba-Nya. Terdapat dalam surat Luqmas ayat 13.

 

 

 

 

 

 

 

 

2.     Akhlak terhadap Rasulullah

a.     Mengikuti atau menjalankan sunnah Rosul

Mengacu kepada sikap, tindakan, ucapan dan cara Rasulullah menjalani Hidupnya atau garis-garis perjuangan / tradisi yang dilaksanakan oleh Rasulullah. Sunnah merupakan sumber hukum kedua dalam Islam, setelah Al-Quran. Terdapat dalam surat Ali Imron ayat 30.

 

b.     Bersholawat Kepada Rosul

Mengucapkan puji-pujian kepada Rosulullah S.A.W . Sesungguhnya Tuhan beserta para malaikatnya semua memberikan Sholawat kepada Nabi (dari Allah berarti memberi rakhmat, dan dari malaikat berarti memohonkan ampunan). Hai orang-orang beriman, ucapkanlah Sholawat kepadanya (AQ Al Ahzab : 56)

 

3.     Akhlak Terhadap diri sendiri

a.     Sikap sabar

b.      Sikap Syukur.

c.      Sikap Tawadlhu’

 

4.     Aklak Terhadap Sesama Manusia

a.     Merajut Ukhuwah atau Persaudaraan

b.     Ta’awun atau saling tolong menolong

d.     Menepati Janji

 

5.     Akhlak Terhadap sesama Makhluk

a.     Tafakur (Berfikir)

b.     Memanfaatkan Alam

 

 

 

 

 

 

 

 

Dalam ilmu akhlak dijelaskan bahwa kebiasaan yang baik harus diperhatikan dan disempurnakan, serta kebiasaan yang buruk harus dihilangkan, karena merupakan factor yang sangat penting dalam membentuk karakter manusia berakhlak. Al-Ghozali menjelaskan bahwa mencapai akhlak yang baik ada tiga cara.

1.     Akhlak merupakan anugrah dan Rahmat Allah, yakni orang memiliki akhlak baik secara alamiah (bi-althabi;ah wa al-fitroh). Sesuatu yang diberikan Allah kepada seseorang sejak ia dilahirkan.

2.    Mujahadah, Selalu berusaha keras untuk merubah diri menjadi baik dan tetap dalam kebaikan, serta menahan diri dari sikap putus asa.

3.    Riyadloh, adalah melatih diri secara spiritual untuk senantiasa dzikir (ingat) kepada Allah.

 

       Al-Ghozali juga berpendapat bahwa upaya mengubah akhlak buruk adalah kesadaran seseorang akan akhlaknya yang jelek. Ada empat cara untuk dapat membantu seseorang mengubah akhlaknya yang jelek menjadi baik.

1.      menjadikan murid seorang pembimbing spiritual (syekh)

2.     Minta bantuan seorang yang tulus, taat, dan punya pengertian.

3.     Berupaya unuk mengetahui kekurangan diri kita dari sesorang yang tidak senang (benci) dengan kita.

4.     Bergaul bersama orang banyak dan memisalkan kekurangan yang  ada pada orang lain bagaikan yang ada pada kita

      

       Sedangkan menurut Achmad Amin, upaya mengubah kebiasaan buruk sebagaimana yang dikutip Ishak solih (1990) adalah hal-hal sebagai berikut ini.

1.    Menyadari perbuatan buruk, dan bertekad untuk meninggalkannya.

2.    Mencari Waktu yang baik untuk mengubah kebiasaan itu untuk mewujudkan niat atau tekad semula.

3.    menghindari diri dari segala yang dapat menyebabkan  kebiasaan buruk itu terulang lagi.

 

Kita harus berupaya semaksimal mungkin untuk memiliki akhlak (akhlak karimah) dan berupaya dapat menjauhi akhlak jelek (akhlak sayiah). Jika kita ingin memiliki Negara yang baldatun thoyibatun warobun ghofur (Negara yang, baik, makmur, dan senantiasa dalam ampunan-Nya) kuncinya adalah masyarakat, bangsa tersebut harus berakhlak baik. Jika tidak, kehancuran dan kehinaan akan meliputi masyarakat, bangsa tersebut.

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A.    KESIMPULAN

Ibadah adalah semua yang mencakup segala perbuatan yang disukai dan diridhai oleh Allah SWT, baik berupa perkataan maupun perbuatan, baik terang-terangan maupun tersembunyi dalam rangka mengagungkan Allah SWT dan mengharapkan pahala-Nya. Fungsi ibadah adalah mewujudkan hubungan antara hamba dengan Tuhannya, mendidik mental, dan menjadikan diri disiplin.

kemungkinan pada umat Islam, untuk selalu melakukan pengkajian hukum islam sesuai  dengan dinamika kehidupan social masyarakat. Hal itu disebabkan antar lain karena Al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber utama hukum Islam penunjukkannya banyak yang dhanni. Oleh karena itu menjadi kewajiban umat Islam untuk selalu berijtihad, supaya dapat memecahkan berbagai persoalalan yang muncul dalam kehidupan dengan pendekatan kekinian dan kemodernan.

Dalam melakukan Ijtihad sebagai upaya memecahkan problematika kehidupan social perlu memerhatikan beberapa hal yaitu: pertama jiwa hukum Islam yakni mewujudkan kemaslahatan dan memecahkan kemelaratan, kedua hukum Islam yakni memelihara agam, jiwa, akal, keturunan, dan harta, ketiha asas pembinaan hukum Islam anatar lain tidak memberatkan, keseimbangan antara aspek keduniaan dan keakhiratan, serta menerapkan hukum secara bertahap.

Apabila umat Islam Indonesia mau melakukan pengkajian hukum Islam dengan memerhatikan beberapa hal seperti tersebut di atas, maka kontribusi umat Islam dalam perumusan hukum nasional yang bernafaskan hukum Islam semakin besar. Di samping itu berbagai problematika hukum Islam yang muncul dalam kehidupan sosial dapat dipecahkan dengan tepat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 





 

 

 

 


 

  MAKALAH ISLAM DITINJAU DARI ASPEK AQIDAH DAN AKHLAK     Disusun Oleh: Vivi Trie Murdiati   JURUSAN SISTEM INFORMASI PR...