MAKALAH
ISLAM
DITINJAU DARI ASPEK
AQIDAH
DAN AKHLAK

Disusun Oleh:
Vivi
Trie Murdiati
JURUSAN SISTEM INFORMASI
PROGRAM STUDY PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Tahun
Pelajaran 2019
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, saya
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan
rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ilmiah tentang islam ditinjau dari aspek ibadah dan hukum dengan
sebaik-baiknya.
Makalah ilmiah ini telah saya susun dengan semaksimal mungkin, dan saya
mengucapkan terimah kasih kepada Bapak Abdul Roni Hasibuan, S.Ag, MA yang telah
memberikan tugas ini kepada kami.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan
baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan
tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca dan pendengar
agar saya dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata saya berharap semoga makalah ini tentang ibadah dan hukum dalam
islam dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap kita semuanya.
Medan, 17 Desember 2019
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman
Awal........................................................................................... i
Kata
Pengantar......................................................................................... ii
Daftar
isi.................................................................................................. iii
BAB 1
Pendahuluan
I. Latar Belakang................................................................................... 1
II. Rumusan Masalah............................................................................... 2
III. Tujuan Penulisan................................................................................. 2
BAB II
Pembahasan
A. Pengertian Aqidah................................................................................
B. Sumber-sumber Aqidah........................................................................
C. Fungsi Aqidah......................................................................................
D. Pengertian Akhlak................................................................................
E. Bagaimana konsep etika, moral dan akhlak..........................................
F. Apa saja faktor-faktor pembentuk akhlak............................................
G. Bagaimana hubungan
akhlaq dengan tasawuf
H. Bagaiman aktualisasi
akhlaq dalam kehidupan modern
BAB III
Penutup
A. Kesimpulan....................................................................................... 14
B. Daftar Pustaka.................................................................................. 15
PENDAHULUAN
I. Latar Belakang
Segala puji bagi Allah yang maha Esa karena rahmat dan karuniaNya
telah memberikan petunjuk agama yang lurus kepada hamba-Nya. Shalawat serta
salam semoga tercurahkan kepada nabi Muhammad SAW yang membimbing umat-Nya
dengan suri tauladan-Nya yang baik. Dan segala Syukur kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan anugrah, saya penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah membantu proses pembuatan makalah ini. Semoga makalah ini
bermanfaat bagi kita semua.
Aqidah adalah pokok-pokok keimanan yang telah ditetapkan oleh
Allah, dan kita sebagai manusia wajib meyakininya sehingga kita layak disebut
sebagai orang yang beriman (mu’min). Makalah ini merupakan pengetahuan tentang
konsep aqidah dalam islam, semua ini di rangkup dalam makalah ini , agar
pemahaman terhadap permasalahan lebih mudah di pahami dan lebih singkat dan
akurat.
Pengertian
Akhlak Secara Etimologi, budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat.
Kalimat tersebut mengandung segi-segi persesuain dengan perkataan “khalkun”
yang berarti kejadian, serta erat hubungan ” Khaliq” yang berarti Pencipta dan
“Makhluk” yang berarti yang diciptakan. Pengertian akhlak adalah kebiasaan
kehendak itu bila membiasakan sesuatu maka kebiasaannya itu disebut akhlak.
Jadi pemahaman akhlak adalah seseorang yang mengeri benar akan kebiasaan
perilaku yang diamalkan dalam pergaulan semata – mata taat kepada Allah dan
tunduk kepada-Nya.
Dengan demikian
memahami akhlak adalah masalah fundamental dalam Islam. Namun sebaliknya
tegaknya aktifitas keislaman dalam hidup dan kehidupan seseorang itulah yang
dapat menerangkan bahwa orang itu memiliki akhlak. Jika seseorang sudah
memahami akhlak dan menghasilkan kebiasaan hidup dengan baik, yakni pembuatan
itu selalu diulang – ulang dengan kecenderungan hati.Akhlak merupakan kelakuan
yang timbul dari hasil perpaduan antara hati nurani, pikiran, perasaan, bawaan
dan kebiasaan dan yang menyatu, membentuk suatu kesatuan tindakan akhlak yang
dihayati dalam kenyataan hidup keseharian.
II. Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian
Aqidah ?
2.
Apa saja sumber-sumber Aqidah?
3.
Apa fungsi dari Aqidah?
4. Bagaimana konsep
etika, moral dan akhlaq?
5. Apa saja
faktor-faktor pembentuk akhlak?
6. Bagaimana hubungan
akhlaq dengan tasawuf?
III. Tujuan Penulisan
1.
Ingin
memahami pengertian dari Aqidah baik secara Etimologi (bahasa) ataupun
Terminologi (istilah) dengan tepat dan benar.
2.
Ingin
memahami berbagai sumber-sumber Aqidah yang sudah pasti kebenarannya.
3.
Ingin
memahami apa saja fungsi dari Aqidah.
4.
Mengetahui
konsep etika, moral dan akhlak
5.
Mengetahui
faktor-faktor pembentuk akhlak
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN
AQIDAH
Akidah berasal dari bahasa arab
yang berarti iman. Semua sistem
kepercayaan atau keyakinan bisa dianggap sebagai salah satu akidah. Fondasi
akidah Islam didasarkan pada hadits Jibril, yang memuat
definisi Islam, rukun Islam, rukun Iman, ihsan dan
peristiwa hari akhir. Sedangkan menurut istilah (terminologi), akidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada
keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya.
Jadi, Akidah adalah keimanan yang teguh dan bersifat
pasti kepada Allah dengan segala pelaksanaan kewajiban, bertauhid dan taat
kepadaNya, beriman kepada para malaikatNya, rasul-rasulNya, kitab-kitabNya, hari Akhir, takdir baik dan buruk dan
mengimani seluruh apa-apa yang telah shahih tentang prinsip-prinsip Agama ,
perkara-perkara yang ghaib, beriman kepada apa yang menjadi ijma' dari salafush shalih, serta seluruh berita-berita
pasti, baik secara ilmiah maupun secara amaliyah yang telah ditetapkan menurut
Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shahih serta ijma' salaf as-shalih.
Pengertian
Aqidah secara Terminologi (Istilah)
a.
Menurut Hasan al-Banna,
“Aqidah
adalah beberapa perkara yang wajib diyakini keberadaannya oleh hatimu,
mendatangkan ketentraman jiwa, menjadi keyakinan yang tidak bercampur
sedikitpun dengan keragu-raguan”
b.
Imam Ghazali,
“Jika
dalam diri seseorang telah tumbuh Aqidah pada hatinya, maka mereka akan
menganggap hanya Allah Subhanahu Wata'ala sajalah yang memiliki kuasa atas
segala sesuatu. Sementara segala yang ada hanyalah mahluk.”
c.
Menurut Ibnu Tarmiyah,
“Aqidah
adalah sesuatu yang tertanam dalam hati. Akan merasa tenang orang yang
memilikinya, dan di dalam jiwanya tidak sedikitpun menaruh prasangka ataupun
keraguan”.
B.MACAM-MACAM SUMBER AQIDAH
Ada 4 Sumber Aqidah Islam, diantaranya :
1.
Al-Quran Sebagai Sumber Akidah
Al-Qur’an adalah firman Allah yang diwahyukan kepada
Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam melalui perantara Jibril. Bahkan jika
dicermati, akan ditemui banyak ayat dalam Al Qur’an yang menjelaskan tentang
akidah, baik secara tersurat maupun secara tersirat. Oleh karena itu, menjadi
hal yang wajib jika kita mengetahui dan memahami akidah yang bersumber dari Al
Qur’an karena kitab mulia ini merupakan penjelasan langsung dari Rabb manusia,
yang haq dan tidak pernah sirna ditelan masa.
2. As Sunnah
Seperti halnya Al Qur’an, As Sunnah
adalah satu jenis wahyu yang datang dari Alloh subhanahu wata’ala walaupun
lafadznya bukan dari Alloh tetapi maknanya datang dari-Nya. Hal ini dapat
diketahui dari firman Alloh
“Dan dia (Muhammad) tidak berkata berdasarkan hawa nafsu, ia tidak lain
kecuali wahyu yang diwahyukan”(Q.S An Najm : 3-4)
3. Ijma’ Para Ulama
Ijma’ adalah sumber akidah yang berasal dari
kesepakatan para mujtahid umat Muhammad sholallohu ‘alaihi wassalam setelah
beliau wafat, tentang urusan pada suatu masa. Mereka bukanlah orang yang
sekedar tahu tentang masalah ilmu tetapi juga memahami dan mengamalkan ilmu.
4.
Akal Sehat Manusia
Selain ketiga sumber akidah di atas, akal juga menjadi
sumber hukum akidah dalam Islam. Hal ini merupakan bukti bahwa Islam sangat
memuliakan akal serta memberikan haknya sesuai dengan kedudukannya. Termasuk
pemuliaan terhadap akal juga bahwa Islam memberikan batasan dan petunjuk kepada
akal agar tidak terjebak ke dalam pemahaman-pemahaman yang tidak benar. Hal ini
sesuai dengan sifat akal yang memiliki keterbatasan dalam memahami suatu ilmu
atau peristiwa.
C.FUNGSI AQIDAH
Fungsi dan Peran
Akidah dalam Kehidupan
Berikut ini beberapa fungsi dan peran
akidah dalam kehidupan.
1. Sebagai petunjuk hidup yang tepat sehingga dapat membedakan mana yang baik
dan mana yang buruk.
2.
Melindungi diri agar
tidak terjerumus pada jalan yang sesat.
3. Menumbuhkan semangat beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
4.
Menentramkan dan
sebagai penenang jiwa.
5.
Memahami dan mengikuti
sunah-sunah rasul-Nya.
6. Memurnikan niat ibadah hanya untuk mencari ridha Allah subhanahu wa
ta’ala.
7.
Mengokohkan keimanan
terhadap Islam.
8.
Mencari kebahagiaan di
dunia dan akhirat.
Peran Akidah dalam Perkembangan Agama Islam
Berikut ini beberapa fungsi dan peran akidah dalam
perkembangan Agama Islam
1. Pondasi yang kokoh dalam membangun tiang Agama Islam.
2. Awal dari pembentukan akhlak yang mulia. Seseorang yang berakidah tentu
melaksanakan ibadah dengan tertib, sehingga akan tertanam dalam dirinya akhlak
yang baik.
3.
Dasar penciptaan
manusia ialah untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala, sehingga
ilmu akidah wajib untuk dipelajari setiap umat Islam.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman
“Dan aku tidak menciptakan jin dan
manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyat :
56)
§
Akidah seorang hamba
menentukan kualitas ibadahnya diterima atau tidak oleh Allah subhanahu wa
ta’ala.
§ Menyampaikan akidah mulia merupakan misi awal para rasul-Nya. Sebagaimana
hadits di bawah ini.
“Dan sungguhnya
Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah
Allah (saja), maka di antara umat itu
ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya
orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka
bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” (QS. An-nahl : 36)
D.KONSEP ETIKA, MORAL, DAN AKHLAK
Etika dalam islam
disebut akhlak. Berasal dari bahasa Arab al-akhlak yang merupakan
bentukjamakdari al-khuluq yang berartibudipekerti, tabiat atau watak yang
tercantum dalam al-qur’an sebagai konsideran. (Pertimbangan yg menjadi dasar
penetapan keputusan,peraturan).
Moral
adalah nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang
atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Moral, etika dan akhlak memiliki substansi yang
sangat dekat bahkan bisa dikatakan sama. Sebab tujuan ketiganya adalah mencari
nilai-nilai positif dalam bertingkah laku untuk menjadi makhluk yang bermoral
etis sebagai ciptaan, baik di mata Tuhan maupun makhluknya. Namun moral lebih
cenderung digunakan kepada sosial. Apabila etika dan moral dihubungkan maka
dapat dikatakan bahwa antara etika dan moral memiliki obyek yang sama yaitu
sama-sama membahas tentang perbuatan manusia untuk selanjutnya di tentukan
posisinya baik atau buruk. Tolak ukur yang di gunakan dalam moral untuk
mengukur tingkah laku manusia adalah adat istiadat, kebiasaan, dan lainnya yang
berlaku dimasyarakat.
Secara sub-stabsial
etika, moral dan akhlak adalah sama, yakni ajaran tentang baik dan buruk
perilaku manusia dalam hubungannya dengan Allah, hubungannya dengan sesama
manusia dan hubungannya dengan alam. Yang membedakan satu dengan yang lain
adalah dasar atau ukuran baik dan buruk sendiri.
E. FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK AKHLAK
a. Instinct (naluri)
· Nutritive instinct (Naluri sejak lahir)
· Sexual istinct (Naluri berjodoh)
· Paternal instinct (Naluri keibuan dan
kebapakan)
· Combative instinct (Naluri berjuang)
· Naluri bertuhan
b. Keturunan
1. Memiliki keturunan pokok
Beberapa sifat dan pembawaan yang bersamaan.
Misal badan, perasaan, akal pikiran dan perasaan.
2. Menurunkan sifat-sifat manusia
3. Menurunkan fisik ‘Azam (kemauan
keras).
F. HUBUNGAN AKHLAK DENGAN TASAUF
Tasawuf adalah proses pendekatan diri
pada tuhan dengan cara mensucikan hati sesuci - sucinya. Akhlak adalah ilmu
yang menentukan batas antara baik dan buruk. Jadi kaitan atau hubungan tasawuf
dengan akhlak yaitu bahwa orang yang suci hatinya akan tercermin dalam air muka
dan perilakunya yang baik. Selain itu, hlak dan tasawuf saling berkaitan.
Akhlak dalam pelaksanaannya mengatur hubungan horizontal antara sesama manusia.
Sedangkan tasawuf mengatur jalinan komunikasi vertikal antara manusia dengan
tuhannya. Akhlak menjadi dasar dari pelaksanaan tasawuf, sehingga dalam
prakteknya tasawuf mementingkan akhlak.
G. AKTUALISASI AKHLAK DALAM KEHIDUPAN MODERN
Aktualisasi akhlak adalah bagaimana seseorang dapat mengimplementasikan iman yang dimilikinya dan
mengaplikasikan seluruh ajaran Islam dalam setiap tingkah laku sehari-hari. Dan
akhlak seharusnya diaktualisasikan dalam kehidupan seorang muslim seperti di
bawah ini.
1.
Akhlak terhadap Allah,yaitu :
a.
Mentauhidkan Allah
Tauhid adalah konsep dalam aqidah
Islam yang menyatakan keesaan Allah dan Beriman bahwa hanya Allah semata yang
berhak disembah, tidak ada sekutu bagiNya. Terdapat pada surat Al-Ikhlas ayat 1
sampai 4.
b.
Banyak Berzdikir pada Allah
Zikir (atau Dzikir) artinya mengingat Allah di antaranya dengan menyebut
dan memuji nama Allah. Zikir adalah satu kewajiban. Dengan berzikir hati
menjadi tenteram. Terdapat dalam surat Al Ahzab ayat 41 sampai 44
c.
Berdo’a dan Bertakwa kepada Allah SWT.
Berdo’a adalah inti dari ibadah. Orang-orang yang tidak mau berdo’a adalah
orang-orang yang sombong karena tidak mau mengakui kelemahan dirinya di hadapan
Allah SWT. Terdapat dalam surat An-Nisa ayat 1.
d.
Bertawakal Hanya Pada Allah
Tawakal kepada Allah SWT merupakan gambaran dari sikap sabar dan kerja keras yang sungguh-sungguh dalm pelaksanaanya yang di harapkan gagal
dari harapan semestinya,sehingga ia akan mamppu menerima dengan lapang dada
tanpa ada penyesalan. Terdapat pada sural Ali Imron ayat 159
e.
Berhusnudzhon dan tidak berbuat syirik kepada Allah
Yakni berbaik sangka kepada Allah SWT karena sewsungguhnya apa saja yang di
berijan Allah merupakan jalan yang terbaik untuk hamba-Nya. Terdapat dalam
surat Luqmas ayat 13.
2.
Akhlak terhadap Rasulullah
a.
Mengikuti atau menjalankan sunnah Rosul
Mengacu kepada sikap, tindakan,
ucapan dan cara Rasulullah menjalani Hidupnya atau garis-garis perjuangan /
tradisi yang dilaksanakan oleh Rasulullah. Sunnah merupakan sumber hukum kedua
dalam Islam, setelah Al-Quran. Terdapat dalam surat Ali Imron ayat 30.
b.
Bersholawat Kepada Rosul
Mengucapkan puji-pujian kepada
Rosulullah S.A.W . Sesungguhnya Tuhan beserta para malaikatnya semua memberikan
Sholawat kepada Nabi (dari Allah berarti memberi rakhmat, dan dari malaikat
berarti memohonkan ampunan). Hai orang-orang beriman, ucapkanlah Sholawat
kepadanya (AQ Al Ahzab : 56)
3.
Akhlak Terhadap diri sendiri
a.
Sikap sabar
b.
Sikap Syukur.
c.
Sikap Tawadlhu’
4.
Aklak Terhadap Sesama Manusia
a.
Merajut Ukhuwah atau Persaudaraan
b.
Ta’awun atau saling tolong menolong
d.
Menepati Janji
5.
Akhlak Terhadap sesama Makhluk
a.
Tafakur (Berfikir)
b.
Memanfaatkan Alam
Dalam ilmu akhlak
dijelaskan bahwa kebiasaan yang baik harus diperhatikan dan disempurnakan,
serta kebiasaan yang buruk harus dihilangkan, karena merupakan factor yang
sangat penting dalam membentuk karakter manusia berakhlak. Al-Ghozali
menjelaskan bahwa mencapai akhlak yang baik ada tiga cara.
1. Akhlak merupakan anugrah dan Rahmat Allah,
yakni orang memiliki akhlak baik secara alamiah (bi-althabi;ah wa al-fitroh).
Sesuatu yang diberikan Allah kepada seseorang sejak ia dilahirkan.
2. Mujahadah, Selalu berusaha keras untuk merubah
diri menjadi baik dan tetap dalam kebaikan, serta menahan diri dari sikap putus
asa.
3. Riyadloh, adalah melatih diri secara spiritual
untuk senantiasa dzikir (ingat) kepada Allah.
Al-Ghozali juga berpendapat
bahwa upaya mengubah akhlak buruk adalah kesadaran seseorang akan akhlaknya
yang jelek. Ada empat cara untuk dapat membantu seseorang mengubah akhlaknya
yang jelek menjadi baik.
1. menjadikan murid seorang pembimbing
spiritual (syekh)
2. Minta bantuan seorang yang tulus, taat, dan
punya pengertian.
3. Berupaya unuk mengetahui kekurangan diri
kita dari sesorang yang tidak senang (benci) dengan kita.
4. Bergaul bersama orang banyak dan memisalkan
kekurangan yang ada pada orang lain
bagaikan yang ada pada kita
Sedangkan menurut Achmad Amin,
upaya mengubah kebiasaan buruk sebagaimana yang dikutip Ishak solih (1990)
adalah hal-hal sebagai berikut ini.
1. Menyadari perbuatan buruk, dan bertekad untuk
meninggalkannya.
2. Mencari Waktu yang baik untuk mengubah kebiasaan
itu untuk mewujudkan niat atau tekad semula.
3. menghindari diri dari segala yang dapat
menyebabkan kebiasaan buruk itu terulang
lagi.
Kita harus berupaya semaksimal mungkin untuk memiliki
akhlak (akhlak karimah) dan berupaya dapat menjauhi akhlak jelek (akhlak
sayiah). Jika kita ingin memiliki Negara yang baldatun thoyibatun warobun
ghofur (Negara yang, baik, makmur, dan senantiasa dalam ampunan-Nya) kuncinya
adalah masyarakat, bangsa tersebut harus berakhlak baik. Jika tidak, kehancuran
dan kehinaan akan meliputi masyarakat, bangsa tersebut.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Ibadah adalah semua yang mencakup segala
perbuatan yang disukai dan diridhai oleh Allah SWT, baik berupa perkataan
maupun perbuatan, baik terang-terangan maupun tersembunyi dalam rangka
mengagungkan Allah SWT dan mengharapkan pahala-Nya. Fungsi ibadah adalah
mewujudkan hubungan antara hamba dengan Tuhannya, mendidik mental, dan
menjadikan diri disiplin.
kemungkinan pada umat Islam, untuk selalu melakukan pengkajian
hukum islam sesuai dengan dinamika kehidupan social masyarakat. Hal itu
disebabkan antar lain karena Al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber utama hukum
Islam penunjukkannya banyak yang dhanni. Oleh karena itu menjadi kewajiban umat
Islam untuk selalu berijtihad, supaya dapat memecahkan berbagai persoalalan
yang muncul dalam kehidupan dengan pendekatan kekinian dan kemodernan.
Dalam melakukan Ijtihad sebagai upaya memecahkan
problematika kehidupan social perlu memerhatikan beberapa hal yaitu: pertama jiwa
hukum Islam yakni mewujudkan kemaslahatan dan memecahkan kemelaratan, kedua
hukum Islam yakni memelihara agam, jiwa, akal, keturunan, dan harta, ketiha
asas pembinaan hukum Islam anatar lain tidak memberatkan, keseimbangan antara
aspek keduniaan dan keakhiratan, serta menerapkan hukum secara bertahap.
Apabila umat Islam Indonesia mau melakukan pengkajian
hukum Islam dengan memerhatikan beberapa hal seperti tersebut di atas, maka
kontribusi umat Islam dalam perumusan hukum nasional yang bernafaskan hukum
Islam semakin besar. Di samping itu berbagai problematika hukum Islam yang
muncul dalam kehidupan sosial dapat dipecahkan dengan tepat.
No comments:
Post a Comment